Jumat, 29 Januari 2016

Makalah menejemen rekord di rumah sakit

RECORD MANAGEMENT (MANAJEMEN ARSIP) DI RUMAH SAKIT
ENDAH WENING BUDININGRUM ,S.E.,M.M.MSc
Description: F:\LOGO AMA\LOGO AMA.jpg
DISUSUN OLEH
NURDIATI

A/RS/IV

AKADEMI MANAJEMEN ADMINISTRASI YOGYAKARTA
PROGRAM STUDI MANAJEMEN ADMINISTRASI
KONSENTRASI MANAJEMEN ADMINISTRASI RUMAH SAKIT
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena dengan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Record Management (Manajemen Arsip) di Rumah Sakit”  dengan tepat waktu.
            Penulis menyadari pembuatan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan ilmu yang penulis miliki, untuk itu penulis mengharapkan kritik yang membangun guna memperbaiki pembuatan makalah selanjutnya.
            Penulis juga mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu, sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.
            Demikian penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan diri sendiri.


Yogyakarta. 26  Juni 2015

Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ............................................................................................... i
KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang ................................................................................................... 1
2.      Rumusan Masalah .............................................................................................. 2
3.      Tujuan ................................................................................................................ 3
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Record (Arsip).................................................................................. 4
B.     Pengertian Record Management (Manajemen Arsip)........................................ 12
C.     Masalah Record Management (Manajemen Arsip) di Rumah Sakit.................. 12
D.    Pengelolaan Record Management (Manajemen Arsip) di Rumah Sakit............ 13
BAB III
A.  Kesimpulan ....................................................................................................... 16
B.  Saran.................................................................................................................... 1


BAB I
PENDAHULUAN
1)      Latar Belakang
Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Dalam melaksanakan tugasnya masing-masing, rumah sakit mempunyai pedoman-pedoman khusus sebagai acuan atau pedoman dalam pelayanan terhadap masyarakat sesuai dengan kondisi dan tipe dari rumah sakit tersebut. Oleh karena itu diharapkan pelayanan terhadap pasien dapat dilakukan semaksimal mungkin sehingga meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Pengelolaan pelayanan adalah hal yang sangat penting bagi suatu struktur kerja yang bergerak dibidang pelayanan jasa, khususnya bagi suatu rumah sakit. Baik atau buruknya sistem pengelolaan pelayanan akan menentukan kualitas suatu rumah sakit. Rumah sakit yang maju, berkualitas dan terpercaya oleh masyarakat, tentunya akan menunjukan bahwa sistem pengelolaan pelayanan yang ada di rumah sakit tersebut baik.
Sebagai salah satu komponen dari rumah sakit memerlukan suatu  pengelolaan pelayanan yang baik untuk menjadi salah satu penunjang medik dalam membantu menegakkan diagnosa suatu penyakit. Contohnya, pada Instalasi Rekam Medis, pengarsipan  ataupun penyimpanan hasil diagnosa pasien termasuk hal yang harus dikelola dengan baik. Sebuah Instalasi Rekam Medis membutuhkan sistem pengarsipan yang teratur, dimana arsip yang telah disimpan dapat dicari dan ditemukan kembali dengan cepat dan mudah.
Dalam perkantoran atau Rumah Sakit arsip digunakan untuk membantu dalam penyediaan informasi. Mengingat peranan arsip yang begitu penting bagi kehidupan berorganisasi, maka keberadaan arsip di kantor atau rumah sakit benar-benar dapat mendukung dalam penyelesaian pekerjaan yang dilakukan semua personil dalam  organisasi. Tujuan kearsipan itu sendiri adalah menyediakan data dan informasi secepat-cepatnya dan setepat-tepatnya pada saat kita memerlukanya ,mengingat kembali bahwa arsip sangat lah penting di dalam sebuah organisasi sehingga arsip juga memerlukan perhatian yang khusus Jasa manajemen catatan (RM), juga dikenal sebagai manajemen informasi Rekaman atau RIM, adalah praktek profesional atau disiplin mengendalikan dan mengatur apa yang dianggap sebagai catatan yang paling penting dari sebuah organisasi di seluruh catatan siklus hidup, yang mencakup dari waktu catatan tersebut dikandung melalui pembuangan akhir mereka. Karya ini termasuk mengidentifikasi, mengklasifikasi, memprioritaskan, menyimpan, mengamankan, pengarsipan, melestarikan, mengambil, pelacakan dan menghancurkan catatan.Untuk dapat mencapai tujuan tersebut diperlukan pengelolaan arsip yang efektif dan efisien dengan cara memahami masalah apa yang terkandung didalam arsip. Sistem penyimpanan arsip dikatakan baik apabila waktu arsip yang diperlukan dapat diketemukan kembali dengan cepat dan tepat, sehingga diperlukan penataan arsip yang sistematis dan efektif, karena sistem penyimpanan arsip tidak lepas dari kegiatan penataan arsip dan penemuan kembali sehingga  di perlukan penataan yang baik.
Berdasarkan teori tersebut,maka penulis ingin mengkaji lebih lanjut dengan mengangkat judul Makalah“MANAGEMENTRECORD (MANAJEMEN ARSIP) DI RUMAH SAKIT”.

2)      Rumusan Masalah
Desain sistem dan pengembangan dilakukan untuk menghilangkan masalah berlebihan, salah dan tidak lengkap data yang meningkat dari keterbatasan data, yang terutama disebabkan oleh fakta bahwa data di bawah sistem pencatatan manual yang sebelumnya telah dimasukkan ke buku dan file kertas dan kemudian disimpan dalam penuh sesak ruang penyimpanan yang membuat pengambilan catatan arsip hampir tidak mungkin.Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis menemukan masalah sebagai berikut :
a.       Masalah apa yang sering dihadapi Rumah Sakit dalam sistem record management (manajemen arsip) ?
b.      Bagaimana mengelola manajemen record (arsip) yang baik bagi suatu Rumah Sakit ?

3)      Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka makalah ini memiliki tujuan penulisan yaitu :
a.Untuk mengetahui masalah apa saja yang sering dihadapi Rumah Sakit dalam manajemen arsipnya
1.      Untuk memberikan solusi bagaimana sistem manajemen arsip yang baik di suatu Rumah Sakit
2.     Untuk merancang dan mengembangkan sistem manajemen record (arsip) di Rumah Sakit
3.      Untuk menerapkan sistem manajemen record (arsip) di Rumah Sakit














BAB II
PEMBAHASAN
A  .Pengertian Record (Arsip)
Record (arsip) yang dalam istilah bahasa Indonesia ada yang menyebutkan sebagai “warkat”, pada pokoknya dapat diberikan pengertian sebagai setiap catatan tertulis baik dalam bentuk gambar ataupun bagan yang memuat keterangan-keterangan mengenai sesuatu subyek (pokok persoalan) ataupun peristiwa yang dibuat orang untuk membantu daya ingatan orang (itu) pula. Atas dasar pengertian di atas, maka yang termasuk dalam pengertian arsip itu misalnya : surat-surat, kwitansi, faktur, pembukuan, daftar gaji, daftar harga, kartu penduduk, bagan organisasi, foto-foto, dan lain sebagainya
Ada pun pengertian yang lain tentang menejemen Record adalah sesuatu yang mewakili bukti Sistem manajemen catatan elektronik .Dokumen Elektronik dan Catatan Management System (EDRM) adalah sebuah program komputer (atau set program) yang digunakan untuk melacak dan menyimpan catatan. Istilah ini dibedakan dari sistem pencitraan dan manajemen dokumen yang mengkhususkan diri dalam menangkap kertas dan manajemen dokumen masing-masing. Sistem ERM umum memberikan keamanan khusus dan fungsi audit disesuaikan dengan kebutuhan catatan manajer.Arsip Nasional dan Administrasi Records (NARA) telah disahkan Departemen Pertahanan AS standar sebagai "dasar yang memadai dan tepat untuk mengatasi tantangan dasar pengelolaan catatan dalam lingkungan otomatis yang semakin mencirikan penciptaan dan penggunaan catatan.Manajemen Arsip dapat disertifikasi sebagai sesuai dengan DoD 5.015,2-STD setelah verifikasi dari Joint Interoperabilitas Uji Command yang membangun prosedur uji kasus, menulis laporan akhir rinci dan ringkasan produk 5.015,2-bersertifikat, dan melakukan pemeriksaan di lokasi perangkat lunak.
Arsip Nasional Australia (NAA) menerbitkan Spesifikasi Fungsional untuk Dokumen Elektronik Sistem Manajemen Software (ERMS), dan Pedoman terkait untuk Mengimplementasikan Spesifikasi Fungsional untuk Dokumen Elektronik Sistem Manajemen Software, sebagai konsep eksposur pada bulan Februari 2006.
Arsip Selandia Baru menerbitkan 'praktek terbaik diskresioner' Elektronik Pencatatan Sistem Standar (Standard 5) pada bulan Juni 2005, yang dikeluarkan di bawah wewenang Bagian 27 dari Public Records Act 2005.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang ketentuan-ketentuan pokok kearsipan, pasal 1 ayat a dan ayat b, menetapkan bahwa yang dimaksud dengan arsip adalah :
a.       Naskah-naskah yang dibuat dan diterima oleh Lembaga-Lembaga Negara dan Badan-Badan Pemerintahan dalam bentuk corak apapun, baik dalam keadaan tunggal maupun berkelompok, dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan.
b.      Naskah-naskah yang dibuat dan diterima oleh Badan-Badan Swasta dan atau perorangan, dalam bentuk corak apapun, baik dalam keadaan tunggal maupun berkelompok, dalam rangka pelaksanaan kehidupan kebangsaan.
Selain dari pengertian di atas, arsip dapat diartikan pula sebagai suatu badan (agency) yang melakukan segala kegiatan pencatatan penanganan, penyimpanan, dan pemeliharaan surat-surat/warkat-warkat yang mempunyai arti penting baik ke dalam maupun ke luar, baik yang menyangkut soal-soal pemerintahan maupun non-pemerintahan, dengan menerapkan kebijaksanaan dan sistem tertentu yang dapat dipertanggungjawabkan
Tujuan Pengarsipan :
Menurut Dwiyulia (2012), dalam pengarsipan memiliki beberapa tujuan sebagai berikut :
a.       Sebagai pusat ingatan dan informasi jika berkas diperlukan sebagai keterangan.
b.      Memberi data kepada pegawai yang memerlukan data mengenai hasil-hasil kegiatan dan pekerjaan pada masa lampau.
c.       Memberikan keterangan vital, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
d.      Membantu kita untuk membuat keputusan yang tepat.
e.       Membantu kita dalam berkomunikasi dengan orang lain.
Jenis Pengarsipan :
Menurut Bhavati ( 2014), arsip dibedakan menjadi berbagai jenis arsip, baik berdasarkan bentuk fisik, berdasarkan masalah, kepemilikan, berdasarkan sifat, dan berdasarkan fungsinya. 
a.       Jenis arsip berdasarkan bentuk fisiknya
1.      Arsip berbentuk lembaran. contoh: surat, kuitansi, faktur, dll
2.      Arsip tidak berbentuk lembaran atau arsip elektronik. contoh: disket, flash disk, cd, dvd, dll
b.      Jenis arsip berdasarkan masalahnya
1.      Financial record, arsip berkaitan dengan masalah keuangan, contohnya kuitansi, giro, cek.
2.      Inventory record, arsip yang berhubungan dengan masalah barang inventaris. Contoh catatan tentang jumlah barang, merk, ukuran, harga.
3.      Personal record,  arsip yang berhubungan dengan masalah kepegawaian. Contoh: surat lamaran kerja, curriculum vitae, absensi, dll.
4.      Sales Record, arsip yang berhubungan dengan masalah penjualan. Contoh: daftar agen distributor, daftar penjualan barang.
5.      Production record,  arsip yang berhubungan dengan masalah produksi. Contoh: arsip tentang jenis bahan baku, jenis alat yang digunakan. dll.
c.       Jenis arsip berdasarkan pemiliknya
1.      Lembaga Pemerintahan, meliputi Arsip Nasional di Indonesia (Arsip
Nasional Republik Indonesia). Arsip Nasional di setiap ibu kota Daerah Tingkat I (Arsip Nasional Daerah).
2.      Instansi Pemerintah atau Swasta yang meliputi arsip primer, arsip sekunder, arsip sentral dan arsip unit.
d.      Jenis arsip berdasarkan sifatnya
1.      Arsip tidak penting, arsip hanya memiliki kegunaan informasi, contoh surat undangan.
2.      Arsip biasa, arsip yang semula penting kemudian tidak berguna lagi pada saat informasinya sudah berlalu. Contoh: surat lamaran kerja.
3.      Arsip penting, arsip yang memiliki hubungan dengan masa lalu dan masa yang akan datang. Contoh: surat perjanjian.
4.      Arsip sangat penting, arsip yang dapat dijadikan alat pengingat selama-lamanya (bernilai sejarah/ilmiah). Contoh: naskah proklamasi.
5.      Arsip rahasia, arsip yang hanya boleh diketahui oleh orang tertentu saja dalam organisasi. Contoh: hasil penilaian pegawai.
e.       Jenis arsip berdasarkan fungsinya
1.      Arsip dinamis,diantaranya adalah arsip aktif, arsip semi aktif, arsip inaktif.
2.      Arsip statis, yaitu arsip yang tidak dipergunakan secara langsung untuk perencanaan penyelenggaraan kehidupan berbangsa pada umumnya, maupun untuk penyelenggaraan administrasi negara.
Sistem Pengarsipan :
Menurut Candrawati (2010), Sistem pengarsipan adalah cara pengaturan atau penyimpanan arsip secara logis dan sistematis dengan memakai abjad, numerik atau nomor, huruf ataupun kombinasi huruf dan nomor sebagai identitas arsip yang terkait. Berikut adalah penjabaran dari masing-masing sistem pengarsipan, yaitu :
a.       Sistem Abjad (Alphabetical Filling System)
Sistem Abjad adalah sistem penyimpanan arsip dengan memakai metode penyusunan menurut abjad. Umumnya dipakai untuk arsip yang dasar penyusunannya dilakukan terhadap nama orang, nama perusahaan atau organisasi, nama tempat, nama benda dan subjek masalah. Nama-nama diambil dari nama si pengirim (surat masuk) dan nama alamat yang dituju (surat keluar).
·         Untuk menentukan arsip berdasarkan nama atau  unit pengisian peretama (unit 1)perlu menggunankan peraturan tajauk entri,Untuk ini di sarankan untuk menggunakan tajuk entri utama edisi ke-3 terbitan lembaga ilmu pengetahuan pada lampiran 1 di muat khusus untuk  tajuk entri atau unit pengindesan 1.Setelah memahami peraturan penentuan utama atau pentuan unit 1 dalam pengajaran contoh.
·         Nama tunggal
Untuk nama tunggal,unit pengindesan pertama adalah nama itu sendiri.
Nama
Unit 1
Unit 2
Unit 3
Unit 4
Unit 5
Hernandono soetarjo tamsir
Hernandono soetarjo tamsir





·         Nama ganda
Untuk tersebut di balik susunannya.Bagian  nama terakhir menjadi kata utama atau unit pengindesan 1, di ikuti nama lain atau inisial kemudian bagian nama selanjutya.Bila nama sama untuk pembedanya  di gunakan lokasi geografis.


Nama
Unit 1
Unit2
Unit 3
Unit 4
Unit 5
Iswi Hapsari
L.Iswi Hapsari
Luncina iswi Hapsari
Luncina Iswi Hapsari
Lucina Iswi Hapsari
Hapsari
Hapsari
Hapsari
Hapsari
Hapsari

Iswi
Iswi
Iswi
Iswi

L
Lucina
Lucina
Lucina



Jakarta
Malang


b.      Sistem Subjek (Pokok Isi Surat)
Sistem subjek adalah cara penyimpanan dan penemuan kembali surat berpedoman pada perihal surat atau pokok isi surat. Yang perlu dipersiapkan untuk sistem perihal adalah :
1.      Daftar Indeks adalah daftar yang memuat seluruh kegiatan yang dilakukan diseluruh kantor dimana sistem ini diterapkan. Masalah-masalah tersebut kemudian diuraikan lagi. Masalah pokok tersebut dalam pembagian utama, sedangkan uraian masalahnya disebut dalam pembagian pembantu, apabila uraian masalah masih dibagi lagi menjadi masalah yang lebih kecil disebut sub pembagian pembantu.
2.      Perlengkapan menyimpan surat
a.       Filling Cabinet
b.      Guide
c.       Folder
d.      Kartu kendali
3.      Pemberian kode surat.
Kode adalah tanda yang terdiri atas gabungan huruf dan angka untuk membedakan antara beberapa masalah yang terdapat dalam Pola Klasifikasi Arsip.
4.      Penyimpanan surat, dengan cara membaca surat untuk mengetahui isi surat, memberi kode surat, mencatat surat dalam kartu kendali, menyimpan kartu kendali.

c.       Sistem Nomor (Numeric Filing System)
Sistem Nomor adalah serengkaian angka tertentu yang di pergunakan untuk memberi tanda urutan pada suatu benda tau hal misalnya nomor urut faktur,- nomor urut surat keluar atau masuk, nomor urut absensi nomor urut pendaftaran, nomor rumah dan ssebagainya.tertulis untuk menanyakan suatu bilangi tertentu s.filing system nomor adalah system pada cara menyusun arsip dengan mempergukan urutan angka-angka sebagai pedoman   untuk mengaturnya.
1.      Macam-macam filling system nomor
Filling system nomor di bedakan menjadi dua ,yaitu:
- Sistem numeric agenda
Penyimpanan arsip dengan menggunakan nomor agenda dengan menggunakan  nomor agenda surat masuk/keluar sebagai pedoman dalam penyusunannya.
Semua surat akan di simpan harus di catat terlebih dahulu dalam buku arsip .Buku arsip yang akan di pergunakan untuk mencatat arsip-arsip yang akan di simpan.Bagian-bagian dalam buku arsip terdiri dari molom-kolom sebagai berikut.
ü  Nomor urut
ü  Tanggal surat
ü  Tanggal penerimaan surat
ü  Nomor surat
ü  Asal /tujua surat
ü  Isi surat
ü  keterangan
- Sistem nomor menurut dua nomor terakhir (Terminal Digiit)
            Terminal digit filling beraarti arsip yang di buat dan di terima suatu instansi yang memiliki dua nomor terakhir yang sama di simpan pada tempat yang sama, untuk menemukan kode laci,guide dan folder menurut urutan nomor arsip harus di indeks terlebih dahulu yang di maksut mengindek dalam terminal digit adalah menguraikan kode kode arsip menjadi tiga unit.Setiap unit terdiri dari dua angka,mulai dari angaka mulai dari angka kanan (belakang).
Prosedur penyimpanan arsip menurut terminal digit antara lain:
ü  Meneliti arsip  arsip
ü  Membukukan/mencabut arsip yang akan di simpan dalam buku arsip
ü  Memberikan kode arsip.Kode yang di ambil dari urutan nomor pada buku arsip.
ü   Mengideks kode arsip. Dalam terminal digit mengideks berarti menguraikan kode arsip menjadi kode.
Contoh cara mengindeks kode arsip :
Nomor kode arsip
Untit 3
Unit 3
Unit 4
7
00
00
07
10
00
00
10
117
00
01
17
2999
00
29
99
213999
21
39
99

d.      Sistem Geografis atau Wilayah
Sistem geografis atau wilayah adalah suatu sistem penyimpanan arsip berdasarkan pembagian wilayah atau daerah yang menjadi alamat suatu surat. Surat disimpan dan diketemukan kembali menurut kelompok atau tempat penyimpanan berdasarkan geografi atau wilayah atau kota dari surat berasal dan tujuan surat dikirim. Dalam hubungan ini surat masuk dan surat keluar disimpan dan ditempatkan dalam folder yang sama, tidak dipisah-pisahkan. Dalam penyimpanannya menurut sistem ini harus dibantu dengan sistem abjad atau sistem tanggal.Penyusunan Geografis berguna untuk :
1. Perusahaan yang memiliki cabang di berbagai lokasi seperti bank ,asuransi,dan otomotif
2. perusahaan yang memiliki lisensi untuk beroprasi  di propinsi tertentu namun tidak boleh giat di kawawasan lain.dalam hal demikian berkas arsip dinamis di susun menurut propinsi propinsi tempat perusahaan beropererasi.
3. Perusan utilitas semacam perusahaan gas,listrik,air,telpon di mana dan nomor jalan merupan hal penting bila timbul masalah ,misalnya listrik mati atau gas bocor…
4. Perusahaan pengembang (developer),Real estate  yang memiliki dafta tanah dan bangunanan yang di susun daerah.
5. Penjual melalui pos,penerbitan,toko buku,pedagang kelas yang menggunakan jasa pos serta memaskannya menurut ancangan geografis.
e.       Sistem Tanggal (Chronologis)
Sistem tanggal merupakan jenis penjajaran arsip atau berkas rekam medis yang berdasarkan urutan peristiwa atau kejadian.
Tatacara Penyusunan Arsip
Menurut Suryawan (2013), penyusunan arsip dibedakan menjadi penyusunan sentralisasi, penyusunan desentralisasi dan penyusunan gabungan. Dari ketiga tatacara penyusunan arsip tersebut akan dijabarkan sebagai berikut :
a.       Sistem Penyimpanan Sentralisasi
Sistem penyimpanana sentralisasi adalah Pemusatan pengurusanataupengelolaan arsip yang ada di dalam organisasi.Dalam hal ini, Suatu organisasi yang menerapkan sentralisasi memiliki satu unit kearsipan yang mempunyai fungsi membuat kebijakan sekaligus melaksanakan tugas pengurusan arsip untuk kebutuhan seluruh unsur unit kerja organisasi.
Keuntungan Sentralisasi :
1.      Memberikan prosedur yang konsisten.
2.      Jelas penanggungjawabnya.
3.      Menjaga arsip aktif yang berkaitan secara bersama.
4.      Memberikan pelayanan yang seragam bagi semua unit kerja atau departemen.
5.      Meminimalkan duplikasi arsip aktif.
6.      Memberikan penggunaan ruang, peralatan, personalia secara lebih baik.
7.      Memungkinkan lebih terjaminnya keamanan arsip aktif.
8.      Memberikan cara penemuan arsip sekali jalan
Kelemahan Sentralisasi :
Sentralisasi pada organisasi yang besar akan dihadapkan pada masalah keterlambatan penanganan arsip aktif, yang justru berakibat pada in efisiensi dan in efektifitas.
b.      SistemPenyimpananDesentralisasi
Desentralisasi menunjukkan pendistribusian wewenang penyelenggaraan kegiatan kearsipan kepada setiap unit kerja dalam suatu organisasi.
Keuntungan Desentralisasi :
1.      Mudah memperoleh surat atau warkat yang diperlukan
2.      Waktu dan tenaga lebih hemat karena ada dilokasi unit atau bagian
3.      Sistem dan metode dapat disesuaikan dengan kegiatan masing-masing.
Kelemahan Desentrasilasi :
1.      Tidak ada keseragaman prosedur dan perlengkapan
2.      Pemborosan biaya dan perlengkapan
3.      Pengawasan secara keseluruhan dari pimpinan lebih lanjut
4.      Kemungkinan terdapat kesamaan arsip karena tiap unit atau bagian memiliki arsip tersendiri.
c.       SistemPenyimpananKombinasi atau Gabungan
Sistem penyimpanan kombinasi atau ganda merupakan suatu cara kompromi yang memperbolehkan setiap unit untuk menyimpan dan memelihara arsip atau warkat aktifnya sendiri di kendali pusat unit kearsipan.
Keuntungan Sistem Gabungan :
1.      Keseragaman sistem penyimpanan dan penemuan kembali.
2.      Meminimalkan salah pemberkasan dan hilangnya arsip.
3.      Terpusatnya pengadaan peralatan sehingga akan lebih efisien dan efektif.
4.      Memudahkan pergerakan arsip sesuai dengan jadwal retensi dan penyusutan arsip.
5.      Memberikan perasaan “aman” bagi manajemen atau pengelola arsip.
Kelemahan Sistem Gabungan :
1.      Problem yang melekat dalam masing-masing sistem dapat muncul pada sistem kombinasi.
2.      Arsip yang berkaitan tidak disimpan secara bersama-sama dalam satu kesatuan.

A.   Record Management ( Manajemen Arsip)
ISO 15489: 2001 standar : mendefinisikan manajemen catatan sebagai “bidang manajemen bertanggung jawab untuk kontrol yang efisien dan sistematis penciptaan, penerimaan, pemeliharaan, penggunaan dan disposisi catatan, termasuk proses untuk menangkap dan mempertahankan bukti dan informasi tentang kegiatan bisnis dan transaksi dalam bentuk catatan ". Sebagai catatan manajemen berkembang, juga telah memasukkan prinsip-prinsip integral scienceas informasi "sarana pengolahan informasi untuk aksesibilitas optimal dan kemampuan kita, berkaitan dengan originasi, koleksi, organisasi, penyimpanan, pencarian, interpretasi, transmisi, transformasi dan penggunaan informasi" (Vakkari dan Cronin, 1992). Prinsip-prinsip tersebut diadopsi oleh catatan manajer dalam upaya meningkatkan akses dan penggunaan catatan. Menekankan penggunaan teknologi dalam manajemen catatan, McDonald (1995) berpendapat bahwa "catatan indeveloping menjaga solusi, perlu untuk memahami evolusi yang mengambil tempat didalam penggunaan teknologi." Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pengelolaan catatan. Karena itu , akan pergi jauh dalam membuat catatan tersebut diakses.Luciana Duranti (1996) dalam upaya untuk menjelaskan konsep manajemen catatan dan hubungannya dengan merekam menjaga sistem, mendefinisikan manajemen catatan sebagai "manajemen dari waktu ke waktu, dari perspektif pencipta dan untuk tujuan yang dari catatan pencipta, dari cara yang digunakan untuk mengontrol penciptaan mereka (misalnya klasifikasi, pendaftaran, dan instrumen pengambilan), dan manusia , teknologi, dan sumber daya ruang yang diperlukan untuk penanganan mereka, pemeliharaan, dan pelestarian. Dalam definisi, Duranti berkaitan manajemen catatan untuk sistem Record. Dia menyinggung fakta Manajemen Records dan Sistem Manajemen Arsip harus berdampingan.
a.         Masalah Record Management (Manajemen Arsip) di Rumah Sakit
Terkadang, Suatu rumah sakit mengalami suatu kesulitan dalam penemuan kembali arsip elektronik karena data yang disimpan dalam external media (disket, optikdisk) dijadikan satu dari semua permasalahan dan juga data. Rumah sakit tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama untuk kegiatan pencarian data yang dibutuhkan. Akibat yang ditimbulkan adalah akan terganggunya proses retrival arsip atau berkas rekam medis karena arsip tidak tersimpan dalam satu tempat sehingga saat arsip atau berkas rekam medis di butuhkan dalam proses pelayanan, maka akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menemukan arsip atau berkas rekam medis yang di butuhkan. Hal ini akan mengganggu proses pelayanan terhadap penggunanya.
Dampak selanjutnya, tenaga/pegawai yang dibutuhkan dalam proses temu kembali arsip akan tersebut akan bertambah karena arsip yang disimpan tidak suatu tempat penyimpanan, jadi secara otomatis tenaga yang yang dibutuhkan akan semakin banyak untuk menemukan arsip tersebut.
Belum lagi dampak lebih lanjut yang timbul dari penelusuran (temu kembali) arsip tersebut. Masalah yang mungkin akan muncul adalah terkait dengan kualitas pelayanan yang diberikan. Misal karena penemuan kembali arsip pasien membutuhkan waktu yang terlalu lama, di sisi lain pasien juga ingin segera mendapatkan pelayanan dari dokter, dokter juga harus segera mendapatkan arsip pasien (contohnya berkas rekam medis) sebelum memberikan pelayan kepada pasien, maka arsip pasien yang berupa berkas rekam medis tersebut seharusnya segera ditemukan.
b.        Pengelolaan Record Management (Manajemen Arsip) di Rumah Sakit
Oleh karena permasalahan yang timbul akibat temu balik arsip yang kurang cepat memiliki dampak yang paling banyak, maka diperlukan solusi bagaimana pengelolaan arsip yang baik agar data yang dicari cepat ditemukan, di antaranya:
1.      Membuat sistem penyimpanan yang baik agar dalam penemuan kembali berkas rekam medis dapat ditemukan dengan cepat.
2.      Membuat sistem  penjajaran berkas yang sesuai dengan arsip atau berkas rekam medis yang ada di rumah sakit tersebut.
Dalam masalah tersebut, kita juga harus mengetahui tahap-tahapan arsip agar dalam dasar tahapan tersebut kita bisa menerapkannya dalam manajemen kearsipan di Rumah Sakit tersebut, tahap-tahap arsip sebagai berikut :
1.      Penciptaan, dalam tahap penciptaan yang perlu mendapat perhatian khusus yaitu hal-hal yang terkait dengan isi, struktur, dan konteks arsip
2.      Penggunaan, dalam segi penggunaan arsip mempunyai beberapa kemudahan antara lain kemudahan akses terhadap informasi yang dapat dilakukan secara langsung dan cepat, akses dapat dilakukan secara bersamaan dan dapat digunakan langsung oleh banyak pengguna.
3.      Pemeliharaan, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan arsip antara lain media simpan yang sesuai dengan kebutuhan, dibuatnya struktur penyimpanan file, dan masalah pengamanan.
4.      Disposisi (pembuatan jadwal retensi), arsip yang sudah tidak digunakan harus dimusanahkan untuk mengurangi beban kerja peralatan dan untuk peningkatan efisiensi.
Hal tersebut dapat juga dipecahkan dengan cara mengelompokkan setiap masalah. Misalnya, masalah pelaporan dibuatkan folder pelaporan, dan file-file yang menyangkut tentang pelaporan dimasukkan dalam folder pelaporan tersebut. Mungkin dalam folder pelaporan juga bisa dispesifikasikan lagi dengan membuat folder bulan (misal: Januari), maka file-file yang berhubungan dengan pelaporan bulan Januari dimasukkan dalam folder Januari di folder pelaporan itu sendiri. Begitu seterusnya untuk masalah-masalah yang lain (misal: data pasien, bangsal, penerimaan pasien baru, pasien meninggal, dan lain sebagainya). Dengan kata lain cara seperti ini adalah mengindeks berdasarkan masalah-masalah rumah sakit. Solusi kedua adalah dengan menggunakan pengorganisasian arsip kombinasi, yaitu penggabungan antara pengorganisasian arsip sentralisasi dan desentralisasi. Didalam penanganan arsip secara kombinasi, arsip yang masih aktif dipergunakan atau yang biasa disebut dengan arsip aktif, dikelola di unit kerja masing-masing pengolah, dan arsip yang sudah kurang dipergunakan atau yang biasa disebut arsip inaktif, dikelola disentral arsip. Dengan demikian, pengelolaan arsip aktif dilakukan secara desentralisasi dan arsip inaktif secara sentralisasi.Disini pemindahan arsip dan prosedurnya harus dilakukan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan jadwal pemindahan (jadwal retensi) yang perlu disusun. Di samping itu sentral arsip perlu memusnahkan arsip-arsipyang sudah tidak diperlukan lagi sesuai dengan jadwal retensi. Sebelum dimusnahkan arsip-arsip itu perlu dipilih dan diteliti, apakah arsip itu memeng sudah perlu dimusnahkan atau masih mempunyai nilai-nilai tertentu (mengingat bahwa mungkin masih ada arsip/data yang sewaktu-waktu dibutuhkan).
Langkah paling sederhana juga dapat langsung membuka file-file masalah yang ada. Dengan kata lain bahwa petugas/user langsung bisa membuka folder-folder masalah tersebut (explore), karena secara otomatis apabila telah menggunakan solusi sebelumnya, maka masalah-masalah tersebut telah terindeks. Cara lain adalah dengan langsung menuju ke unit kerja masing-masing pengolah yang telah dilengkapi juga dengan sistem komputerisasi dan arsip baik manual maupun elektronik.









BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Suatu rumah sakit mengalami suatu kesulitan dalam penemuan kembali arsip elektronik karena data yang disimpan dalam external media (disket, optikdisk) dijadikan satu dari semua permasalahan dan juga data. Rumah sakit tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama untuk kegiatan pencarian data yang dibutuhkan. pelayanan terhadap penggunanya.

B.     Saran
Arsip harus disimpan dengan sistem yang baik untuk memperlancar pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien maka hendaknya rumah sakit menggunakan sistem penyimpanan sentralisasi karena penyimpanan dan pengelolaan arsip akan terpusat dalam satu tempat sehingga kemungkinan data tersebar kemana-mana dapat diperkecil dan menggunakan sistem penjajaran arsip seperti berkas rekam medis yaitu sistem nomer (Numeric Filing System) karena pada dasarnya arsip tersebut  mempunyai nomer  rekam medis yang unik, sehingga dapat membedakan berkas satu dengan yang lainnya dan dalam proses temu kembali berkas dapat di temukan dengan cepat dengan cara melihat nomor arsip tersebut.












DAFTAR PUSTAKA
1. Sulistyo,Basuki.manajemen arsip dinamis,Gramedia pustaka.2003.jakarta.
2.http://www.archives.gov/records_management/policy_and_guidance/automated_recordkeeping_requirements.html.
3.http://www.epa.gov/records/what/quest1.htm.